Berita  

Wujudkan Pemilih Cerdas dan Berkualitas, KPU KBB Gelar Sosialisasi Pendidikan Pemilu 2026

NURANI NEWS CHANNEL

NNCJABAR.COM | Lembang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus mematangkan persiapan menyambut kontestasi demokrasi Pemilu 2029. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menggelar kegiatan sosialisasi pendidikan pemilih yang menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk kalangan civil society atau masyarakat sipil ( 28 / 04 / 2026 )

Ketua KPU Kabupaten Bandung Barat, Ripqi Ahmad Sulaeman, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari prioritas nasional yang telah ditetapkan oleh KPU RI. Ada dua fokus utama yang menjadi perhatian, yaitu pelaksanaan Pendidikan Pemilih serta Pemutakhiran Data Berkelanjutan (PDPB).

“Kegiatan hari ini kita masuk pada segmen pendidikan pemilih atau pendidikan politik. Segmentasinya kita arahkan khusus kepada civil society,” ujar Ripqi Ahmad Sulaeman saat ditanya mengenai tujuan diadakannya sosialisasi tersebut.

Lebih lanjut Ripqi menegaskan, tujuan utama dari agenda ini sangat jelas, yaitu mencetak pemilih yang tidak hanya datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), tetapi juga memiliki kualitas yang baik.

“Tujuannya adalah meningkatkan kualitas pemilih agar menjadi pemilih yang cerdas dan rasional. Selain itu, tentu saja untuk meningkatkan angka partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya,” jelasnya.

Pihaknya berharap, melalui pendidikan politik yang intensif, masyarakat dapat memahami betul hak dan kewajibannya sebagai warga negara dalam proses demokrasi.
Saat ditanya mengenai harapan ke depan menjelang Pemilu 2026, Ripqi mengapresiasi capaian Kabupaten Bandung Barat pada pemilu sebelumnya yang dinilai cukup baik. Angka partisipasi masyarakat KBB tercatat mencapai 84 persen.
Namun, angka tersebut bukan menjadi penghalang untuk terus berbenah. KPU KBB menargetkan tidak hanya mempertahankan, tetapi juga meningkatkan kualitas dari pemilih itu sendiri.

“Angka 84% itu sudah lumayan bagus. Tapi harapan kami ke depan, selain menjaga dan meningkatkan angka partisipasi tersebut, kami juga ingin meningkatkan kualitas pemilihnya,” tegasnya.

Ripqi menekankan definisi pemilih berkualitas menurut KPU. Pemilih yang cerdas bukan hanya sekadar hadir di TPS, melainkan memiliki pertimbangan yang matang sebelum mencoblos.

“Pemilih yang cerdas itu adalah mereka yang datang ke TPS dan menentukan pilihannya bukan karena faktor lain, tetapi betul-betul berdasarkan visi dan misi calon, program kerja yang ditawarkan, serta suara hati nurani sendiri,” pungkasnya.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Bandung Barat semakin matang dalam berdemokrasi dan mampu menentukan pilihan secara bijak pada Pemilu 2029 mendatang.*** ( DS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *