Berita  

Kompol Iwan Setiawan Resmi Pimpin Polsek Cisarua, Prioritaskan Sinergi Lintas Sektor Hadapi Dinamika Wilayah

 

NNCJABAR.COM |BANDUNG BARAT – Peta keamanan di kawasan utara Kabupaten Bandung Barat mengalami pergeseran strategis seiring dengan resmi dilantiknya Kompol Iwan Setiawan, S.H., M.H., CPHR sebagai Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Cisarua yang baru. Pelantikan tersebut menandai berakhirnya masa tugas singkat namun padat AKP A.Y. Yogaswara, S.IP., M.H., sekaligus membuka babak baru dalam pendekatan pemolisian yang lebih kolaboratif di wilayah yang mencakup Kecamatan Cisarua dan Parongpong.

Serah terima jabatan (Sertijab) yang berlangsung khidmat di area Natural Hill, Kamis (7/5/2026), tidak sekadar menjadi ritual administratif, melainkan momentum untuk menyelaraskan prioritas keamanan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.

AKP A.Y. Yogaswara, dalam pidato perpisahannya, menekankan bahwa masa jabatannya selama kurang lebih 1,8 bulan difokuskan pada konsolidasi internal dan penguatan fondasi sinergitas. Meski relatif singkat, ia mencatat adanya peningkatan koordinasi yang signifikan antara Polri, TNI (Koramil 0621-10/Cisarua), pemerintah desa, hingga tokoh agama.

“Tugas kepolisian bukan isolasi, tetapi integrasi. Selama periode ini, kita telah membuktikan bahwa keamanan dapat terjaga ketika ada kepercayaan antara aparat dan elemen masyarakat. Saya meninggalkan Polsek Cisarua dengan catatan positif atas kerja sama tersebut,” ungkap AKP Yoga, sebelum resmi menyerahkan tongkat komando.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran anggota Polsek Cisarua yang dinilai mampu menjaga stabilitas kamtibmas di tengah berbagai aktivitas masyarakat, termasuk sektor pariwisata dan permukiman yang padat di dua kecamatan tersebut.

Mengambil alih kendali, Kompol Iwan Setiawan membawa pengalaman dari pos sebelumnya sebagai Kapolsek Cipatat. Dalam sambutan pertamanya, ia menegaskan bahwa tantangan keamanan di Cisarua dan Parongpong memerlukan pendekatan community policing yang lebih agresif dan inklusif.

Kompol Iwan menyoroti bahwa ancaman gangguan kamtibmas modern tidak hanya bersifat kriminalitas konvensional, tetapi juga potensi konflik sosial, isu hoaks, serta gangguan ketertiban umum di area publik. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari pengusaha, LSM, organisasi pemuda, hingga media massa—untuk menjadi “mata dan telinga” kepolisian.

“Keamanan adalah tanggung jawab kolektif. Saya tidak bisa bekerja sendiri. Saya butuh dukungan tokoh masyarakat untuk meredam potensi konflik di akar rumput, dukungan pengusaha untuk menciptakan lingkungan usaha yang aman, dan dukungan rekan wartawan untuk mengedukasi publik secara tepat,” tegas Kompol Iwan.

Ia juga menyinggung pentingnya integritas aparatur. Dengan latar belakang pendidikan CPHR (Certified Public Human Resources), Kompol Iwan diperkirakan akan menekankan profesionalisme dan pelayanan prima anggota polisi terhadap warga, guna mengembalikan kepercayaan publik yang lebih kuat

Acara sertijab ini dihadiri oleh perwakilan unsur Forkopimcam, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat, para kepala desa dari 14 desa di Kecamatan Cisarua dan Parongpong, serta sejumlah pengusaha lokal. Kehadiran mereka menjadi indikator kuat bahwa harapan terhadap kepemimpinan baru cukup tinggi.

Salah satu tokoh masyarakat yang hadir, H. Deden (nama samaran), menyatakan optimisme terhadap figur Kompol Iwan. “Kita kenal beliau dari Cipatat, pendekatannya luwes tapi tegas. Di Cisarua yang banyak area wisata dan permukiman baru, kita butuh polisi yang mudah diajak diskusi namun tetap berwibawa,” ujarnya.

Wilayah hukum Polsek Cisarua yang mencakup dua kecamatan dengan karakteristik geografis berbukit dan kepadatan penduduk yang bervariasi, menuntut strategi patroli dan pengawasan yang adaptif. Area seperti sekitar objek wisata alam dan kawasan permukiman elit di Parongpong sering menjadi sorotan terkait lalu lintas dan ketertiban umum.

Dengan masuknya Kompol Iwan Setiawan, Polres Cimahi melalui Polsek Cisarua diharapkan dapat menekan angka kriminalitas, meningkatkan respons cepat terhadap pengaduan masyarakat, serta mempertahankan zona kondusifitas yang telah dirintis oleh kepemimpinan sebelumnya.*** ( DS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *