
NNCJABAR COM | BANDUNG BARAT, 4 September 2026 — Semangat berbagi tak pernah luntur, bahkan terus tumbuh dan berakar kuat di tengah masyarakat Kabupaten Bandung Barat. Hal ini dibuktikan oleh Tahfizh Quran Amaluna, sebuah lembaga pendidikan Al-Qur’an yang tak hanya fokus mencetak penghafal Al-Qur’an, namun juga hadir secara nyata melalui gerakan sosial yang berjalan konsisten selama 8 tahun penuh.
Di bawah kepemimpinan Ibu Diah Sumaryani, yang dipercaya menjabat sebagai Direktur Tahfiz Quran Amaluna, setiap hari Jumat menjadi momen istimewa untuk menebar kebaikan. Kegiatan pembagian makan siang gratis ini berlangsung di Masjid Ar-Ridwan, Jalan Raya Gado Bangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Diah Sumaryani. Alhamdulillah, hingga hari ini saya masih diamanahi sebagai Direktur Rumah Quran Amaluna. Hari ini kami kembali melaksanakan kegiatan rutin Amaluna Berbagi, yaitu membagikan makan siang secara gratis kepada siapa saja yang membutuhkan,” ujar Ibu Diah dengan penuh syukur.
Kegiatan yang digelar setiap Jumat ini telah berjalan selama delapan tahun tanpa henti. Setiap pekan, sasaran pembagian makanan pun bervariasi. Pada kesempatan kali ini, tim Amaluna menyajikan prasmanan sehat secara langsung di jalan raya, yang ditujukan khusus bagi para pengemudi ojek online, sopir angkot, pekerja jalanan, serta siapa saja yang sedang melintas dan membutuhkan asupan makan siang.
“Kami ingin hadir di tengah masyarakat, terutama mereka yang bekerja keras di jalan dan mungkin sempat terlewatkan untuk makan. Setiap Jumat kami lakukan, itu sudah menjadi komitmen kami. Harapannya, makanan sederhana ini bisa memberi keberkahan dan tenaga bagi saudara-saudara kita,” tambah Ibu Diah.
Bukan sekadar gerakan berbagi makanan, Rumah Quran Amaluna kini telah berkembang menjadi lembaga pendidikan Al-Qur’an yang utuh. Bermula dari kegiatan sederhana mengajari anak-anak mengaji, kini telah berdiri Pondok Tahfizh Quran Amaluna yang menampung santri mukim untuk mendalami dan menghafal Al-Qur’an. Semua layanan pendidikan di lembaga ini diberikan sepenuhnya gratis, tanpa biaya apapun bagi para santri.
Berkat dukungan para dermawan dan keinginan kuat untuk mewadahi seluruh kegiatan secara lebih terstruktur, Amaluna kini telah resmi berbentuk yayasan. Lembaga ini beralamat di Perumahan Graha Bukit Raya 3, Cilame, Kabupaten Bandung Barat. Program berbagi makan sendiri dilaksanakan empat kali sebulan—setiap Jumat—tanpa putus.
Di akhir perbincangan, Ibu Diah Sumaryani menyampaikan harapan tulusnya atas keberadaan Tahfiz Quran Amaluna:
“Satu-satunya harapan kami hanyalah mampu memberikan kebermanfaatan seluas-luasnya bagi umat. Itu yang utama. Kami juga membuka ladang dakwah dan kebaikan bersama—siapa saja yang ingin berjalan bersama Amaluna, menyumbangkan tenaga, pikiran, maupun rezeki untuk kebaikan umat, kami sambut dengan tangan terbuka. Semoga kita semua bisa terus menebar manfaat dan keberkahan untuk sesama.”
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa lembaga pendidikan Al-Qur’an tak hanya berbicara tentang ilmu, namun juga mewujudkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam bentuk kasih sayang dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.*** DS
