Berita  

42 Tahun Cisomang Barat: Dari Karnaval Budaya hingga Misi “Hudang, Mangprang, Caang”

NNCJABAR.COM | BANDUNG BARAT — Kemeriahan memadati lapangan sepak bola Desa Cisomang Barat, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Ribuan warga tumpah ruah merayakan hari jadi atau Milangkala ke-42 desa mereka dengan penuh sukacita, Minggu (21/6/2026).

​Acara tahunan ini menjadi panggung kreativitas warga. Sejak pagi, arak-arakan karnaval dari setiap Rukun Warga (RW) sukses mencuri perhatian lewat berbagai atribut unik. Kemeriahan semakin memuncak saat atraksi seni tradisional Sisingaan beraksi, ditimpali oleh dentuman megah korps drumband dari Lemdiklat Taruna Nusantara Mandiri yang mengiringi sepanjang rute parade.

​Tahun ini, Desa Cisomang Barat mengusung tema besar yang cukup membakar semangat: “Bangkit Bersama Masyarakat Membangun Desa: Hudang, Mangprang, Caang.”

​Semboyan tersebut didukung oleh visi sosiokultural “Lembur Nu Maju, Warga Nu Sauyunan, Cikal Bakal Kahadean” (Kampung yang Maju, Warga yang Rukun/Bergotong-royong, Cikal Bakal Kebaikan). Pemerintah desa sepakat menjadikan nilai JIhad (Jelas, Inovatif, Harmonis, Agamis, Damai) sebagai kompas pembangunan ke depan.

​Kepala Desa Cisomang Barat, Mohamad Ridwan, menegaskan bahwa usia 42 tahun bukan sekadar angka ritual tahunan, melainkan momentum penting untuk kontemplasi dan lompatan besar.

​“Hudang berarti bangkit, mangprang artinya bergerak cepat tanpa ragu, dan caang itu terang benderang. Mari kita bangkit bersama, bergerak dinamis membangun desa, agar Cisomang Barat menjadi lembur yang maju, warganya selalu sauyunan, serta menjadi cikal bakal kebaikan bagi generasi masa depan,” ungkap Mohamad Ridwan dalam pidato sambutannya yang disambut riuh tepuk tangan warga.

​Geliat perayaan Milangkala ini juga mendapat apresiasi dari berbagai tokoh penting yang hadir di lokasi. Tampak hadir Bupati Bandung Barat, Anggota DPRD KBB Fraksi PAN Ali Rapli Rapsanjani, jajaran Danramil, Kapolsek, perangkat desa, BPD, hingga tokoh pemuda dan penggerak PKK.

​Tidak hanya menyajikan hiburan lewat pagelaran seni budaya Sunda dan prosesi tasyakur yang khidmat, acara ini juga menjadi motor penggerak ekonomi musiman warga melalui deretan bazar UMKM lokal. Selain itu, pemerintah desa juga memberikan apresiasi khusus berupa penyerahan penghargaan kepada sejumlah warga yang dinilai berprestasi dan menginspirasi lingkungan sekitar.

​Di akhir sesi, Mohamad Ridwan kembali mempertegas komitmen jajarannya untuk terus menggulirkan program kerja yang inovatif, transparan, dan menjunjung nilai agamis demi menciptakan harmoni sosial.

​Acara yang berlangsung hingga sore hari tersebut ditutup secara khidmat dengan doa bersama. Seluruh elemen masyarakat bersimpuh, merapalkan harapan agar Desa Cisomang Barat selalu dianugerahi keselamatan, kemajuan yang pesat, serta kesejahteraan yang merata di usianya yang baru.** ( DS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *