
NNCJABAR COM |Ngamprah – Memperkuat pondasi perlindungan perempuan sekaligus membekali mereka dengan keterampilan abad ke-21 menjadi fokus utama dalam sebuah gelaran akbar di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Bertempat di Aula Kecamatan Ngamprah pada Kamis (23/10/2025), ratusan tokoh dan perwakilan perempuan di wilayah tersebut mengikuti Workshop Literasi Hukum dan Digital yang dirancang sebagai tameng ganda melawan ancaman Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
Inisiatif pencegahan berbasis edukasi ini merupakan sinergi strategis antara Pemerintah Kecamatan Ngamprah, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP2KBP3A) KBB, dengan kolaborasi akademisi terdepan dari Telkom University. Kegiatan ini secara langsung dipandu oleh Tim Empowerment and Educational Growth (EEG) di bawah arahan cermat Dr. Runik Machfiroh, S.Pd., M.Pd.
Acara krusial ini dihadiri oleh jajaran penting seperti Camat Ngamprah Agnes Virganty, S.STP., M.Hum., perwakilan TNI (Danramil) dan Polri (Kapolsek Ngamprah), serta unsur KUA dan UPT P2KBP3. Peserta inti meliputi Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan dan sebelas desa se-Ngamprah, menegaskan upaya penyuluhan ini akan merata hingga ke tingkat akar rumput.
Poin paling membedakan dari workshop ini adalah kehadiran inovasi teknologi dalam upaya penanganan KDRT. Dr. Runik Machfiroh, motor penggerak dari Telkom University, memaparkan terobosan timnya, yakni pengembangan alat deteksi dan pemantauan pemulihan trauma korban KDRT berbasis gelombang otak.
”Kami melangkah lebih jauh dari sekadar edukasi. Teknologi ini memungkinkan pendampingan korban menjadi lebih terukur dan berkelanjutan. Dengan memonitor gelombang otak yang terhubung ke aplikasi digital, kami bisa mendeteksi secara objektif sejauh mana trauma psikologis korban telah pulih. Data ini sangat vital untuk memastikan intervensi dan pendampingan yang tepat,” jelas Dr. Runik, seraya menyebut bahwa Ngamprah adalah salah satu dari 10 titik sasaran Program Literasi Hukum dan Digital di KBB.

Camat Ngamprah, Agnes Virganty, dalam sambutannya menekankan urgensi penguatan perempuan Ngamprah sebagai agen perubahan. Ia menggarisbawahi bahwa KDRT memiliki spektrum luas, tak hanya fisik, melainkan juga psikis dan sosial.
”Dengan tingginya populasi di Ngamprah, kita harus waspada. Workshop ini adalah momentum nyata untuk meningkatkan kesadaran, memastikan perempuan memahami hak-haknya, serta mampu melindungi diri. Kami ingin perempuan Ngamprah menjadi benteng pertahanan pertama bagi dirinya dan keluarganya,” tegas Camat Agnes.
Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi Telkom University yang membawa solusi teknologi canggih. Menurutnya, hal ini memperkuat upaya pencegahan dan pemulihan, sejalan dengan visi Bupati dan Wakil Bupati KBB dalam menciptakan SDM unggul, berakhlak, dan berkarakter.
Dukungan penuh datang dari aparat keamanan setempat. Perwakilan Polsek dan Koramil Ngamprah kompak menyatakan bahwa literasi hukum adalah kunci preventif untuk meredam kekerasan.
”Pemahaman hukum adalah perisai. Kami berharap para peserta, terutama kader PKK, menjadi front liner di desa masing-masing. Dengan pemahaman yang utuh, masyarakat akan lebih sensitif terhadap segala bentuk kekerasan—baik fisik maupun psikis—sehingga berani melapor atau melakukan pencegahan dini,” ujar perwakilan dari Polsek Ngamprah.
Workshop ini ditutup dengan harapan bahwa kolaborasi multi-pihak ini akan menumbuhkan kesadaran kolektif: KDRT bukanlah aib, melainkan masalah sosial yang memerlukan penanganan komprehensif. Melalui penguatan literasi hukum dan digital yang terintegrasi dengan teknologi mutakhir, Bandung Barat bertekad mewujudkan masyarakat yang bebas kekerasan, di mana perempuan memiliki daya dan keadilan penuh.***
D Suy.ud
