Berita  

Tinjau Ketat Dapur MBG Al Ghorbyah, Forkopimcam Ngamprah Pastikan Gizi Aman untuk Generasi Emas

NURANI NEWS CHANNEL

 


NNCJABAR.COM | ​Ngamprah, 24 Oktober 2025 – Komitmen pemerintah dalam mewujudkan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar dan kelompok rentan dipertajam dengan kunjungan inspeksi mendadak oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ngamprah dan jajaran Pemerintah Desa Cimareme. Fokus utama kunjungan kali ini adalah Dapur MBG Al Ghorbyah di Jalan Raya Batujajar No. 1A, Cimareme, untuk memastikan standar kebersihan, sanitasi, dan kualitas gizi terpenuhi.
​Program MBG, inisiasi strategis Presiden Republik Indonesia, bertujuan menyediakan asupan gizi seimbang bagi anak-anak usia sekolah (PAUD hingga SMA/SMK), serta ibu hamil dan ibu menyusui. Langkah ini krusial sebagai investasi jangka panjang menuju Visi Indonesia Emas 2045.
​Rombongan Forkopimcam yang hadir meliputi Camat Ngamprah, Kepala Desa Cimareme, Kapolsek, Danramil 0609, Kepala Puskesmas (Kapus) Cimareme, Kepala UPT KB, Babinsa, Babinmas, dan Koordinator SPPG Kecamatan Ngamprah.
​Standar Ketat Demi Keamanan Pangan
​Camat Ngamprah, Anes Virganty, S.STP., M.Hum., menegaskan bahwa inspeksi kesehatan lingkungan seperti ini merupakan bagian integral dari pengawasan program Presiden. Ia menyoroti pentingnya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sebuah keharusan bagi setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
​”SLHS ini adalah sertifikat wajib yang dikeluarkan pemerintah daerah untuk menjamin makanan yang disajikan aman, higienis, dan sesuai standar keamanan pangan,” ujar Anes Virganty. “Alhamdulillah, kondisi dapur Al Ghorbyah sangat higienis. Penyediaan makanan bergizi gratis ini sangat membantu orang tua, dan gizi seimbang adalah fondasi penting untuk anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.”

​Proses Produksi dan Distribusi Tepat Waktu
​Kepala SPPG Cimareme, Agung Dwi Alrasyid, menjelaskan secara rinci alur kerja di dapur Al Ghorbyah. Proses dimulai dari pemeriksaan ketat bahan baku yang datang dari pemasok, mencakup pengecekan tanggal kedaluwarsa.
​”Semua bahan disortir, dicuci, dan dibersihkan sebelum masuk ke bagian pengolahan,” jelas Agung. Dapur Cimareme beroperasi dalam dua fase: memasak di malam hari dan pagi hari. “Pengepakan dimulai sekitar pukul 3 subuh untuk didistribusikan ke sekolah pagi. Masak pagi hari untuk pendistribusian makan siang,” tambahnya.
​SPPG Cimareme saat ini memproduksi sekitar 4.000 porsi setiap hari, melayani 14 sekolah, serta menyediakan porsi khusus untuk ibu hamil dan menyusui. Proses pasca-distribusi pun mendapat perhatian serius, termasuk pencucian wadah (putray) yang menggunakan enam langkah standar dan mesin pengering, didukung oleh 47 pekerja inti dari dapur dan total 60 orang bersama staf yayasan.
​MBG Sebagai Mitra Strategis Pembangunan Gizi


​Ketua Yayasan Pengembangan Islam Al Ghorbyah, Wiwi Widaningsih, yang berperan sebagai mitra MBG, menyatakan bahwa sasaran distribusi mereka sementara ini mencakup Desa Cilame, Sukamaju, Cimareme, Gadobangkong, Giri Asih, dan Batujajar.
​”Kami bekerja berdasarkan kontrak dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan mematuhi semua Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan,” kata Wiwi. Ia berharap besar bahwa program BGN ini tidak hanya meringankan beban ekonomi orang tua, tetapi yang terpenting, memastikan asupan gizi yang layak sehingga anak-anak Indonesia tumbuh pintar, sehat, dan kelak menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas.****

 

D Suyud

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *