
NNCJABAR.COM | Dayeuhkolot – Wajah Desa Sukapura, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, kini bersinar. Proyek vital pengecoran jalan desa, yang didanai melalui program bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, telah selesai seratus persen. Infrastruktur baru ini tidak sekadar memperindah desa, tetapi juga diproyeksikan menjadi katalis percepatan roda ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat.
Pelaksanaan proyek ini menandai komitmen serius Pemerintah Provinsi Jawa Barat, di bawah kepemimpinan Gubernur H. Dedi Mulyadi, S.H., M.M. (KDM), dalam memprioritaskan pembangunan infrastruktur pedesaan.

Kepala Desa Sukapura, Ganjar Sukmawibawa, S.IP, M.Si, tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menjelaskan bahwa jalan desa sepanjang ratusan meter, yang sebelumnya merupakan jalur becek dan rusak parah—mengganggu aktivitas sehari-hari dan menghambat laju komoditas—kini telah bertransformasi menjadi jalan cor beton yang kuat dan halus.
”Kami haturkan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Gubernur KDM. Beliau menjawab langsung harapan warga kami. Jalan ini bukan lagi sekadar akses, tapi simbol dari perhatian pemerintah provinsi terhadap desa,” ungkap Kades Ganjar pada Selasa (25/11/2025).
Menurutnya, material cor beton (rigid pavement) dipilih untuk menjamin durabilitas jangka panjang dan ketahanan terhadap beban kendaraan angkut hasil pertanian dan perkebunan. Pengecoran ini memastikan mobilitas tidak terganggu selama musim hujan dan meminimalkan biaya perawatan rutin.
Kades Ganjar menekankan bahwa manfaat pembangunan jalan ini jauh melampaui aspek fisik.
- Efisiensi Waktu: Waktu tempuh distribusi hasil bumi dari ladang ke pasar kecamatan kini terpangkas signifikan, mengurangi risiko kerusakan komoditas.
- Pengurangan Biaya: Kerusakan kendaraan bermotor warga akibat jalan berlubang dan berlumpur dipastikan menurun drastis, menghemat pengeluaran rumah tangga dan operasional usaha kecil.
- Peningkatan Harga Jual: Akses yang mudah dan cepat berpotensi menarik pembeli atau tengkulak dari luar daerah, yang secara tidak langsung dapat meningkatkan daya tawar dan harga jual produk lokal.
”Akses yang lebih mulus berarti transportasi hasil panen lebih cepat, biaya logistik turun. Ini adalah injeksi langsung untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha di desa kami,” tambahnya.
Proyek ini juga diacungi jempol sebagai contoh kolaborasi efektif. Pelaksanaannya menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas. Seluruh proses, mulai dari penentuan titik prioritas hingga pengawasan mutu, melibatkan:
- Badan Permusyawaratan Desa (BPD): Bertindak sebagai fungsi pengawasan formal.
- Pendamping Desa: Memberikan asistensi teknis dan administrasi.
- Warga Lokal: Terlibat dalam proses pengerjaan, sekaligus sebagai mata dan telinga pengawas mutu di lapangan.
Di akhir pernyataannya, Kades Sukmawibawa mengajak seluruh warga untuk berperan aktif dalam merawat aset berharga ini. “Infrastruktur ini mahal, dibuat dengan keringat bersama. Kami berharap warga merawatnya bersama, agar manfaat cor beton ini bisa dirasakan oleh anak cucu kita,” tutupnya***
Endang S
