
NNCJABAR.COM | Bandung Barat, [ 27/ 11/ 2025 ] – Komitmen menjaga nadi utama ketahanan energi Jawa-Bali dan kelestarian lingkungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum kembali diperkuat melalui aksi kolaborasi multi-stakeholder di Kabupaten Bandung Barat. Pada Kamis, 27 November 2025, PLN Indonesia Power (PLN IP) Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Saguling menggandeng Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) serta Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam sebuah inisiatif besar pembersihan gulma air, terutama eceng gondok, di kawasan mitra binaan Bening Saguling Foundation (BSF).
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling bukan sekadar fasilitas penghasil listrik biasa. Ia adalah salah satu tulang punggung (backbone) Energi Baru Terbarukan (EBT), memegang peran krusial dalam peta jalan transisi energi menuju target Net Zero Emissions (NZE) 2060. Dengan memanfaatkan potensi Sungai Citarum, PLTA ini secara konsisten menyuplai energi bersih yang ramah lingkungan, berkontribusi signifikan pada pengurangan emisi karbon, dan menjamin stabilitas pasokan listrik, khususnya di Jawa Barat dan sekitarnya.

Namun, operasional vital PLTA Saguling sangat rentan terhadap kondisi hulu Citarum. Penumpukan eceng gondok (Eichhornia crassipes) yang masif bukan hanya merusak estetika dan ekosistem perairan, tetapi juga menjadi ancaman nyata bagi infrastruktur pembangkit. Gulma ini dapat menyumbat intake (lubang masuk) air menuju turbin, mengganggu laju air, dan pada akhirnya, menurunkan efisiensi serta keandalan produksi listrik.
Aksi bersih-bersih ini menjadi penanda keseriusan berbagai pihak dalam mitigasi risiko tersebut. Kehadiran delegasi tingkat tinggi dari TNI AD, yang diwakili oleh Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat (Aster KASAD), Mayjen TNI Rachmad Zulkarnaen, menunjukkan bahwa isu kelestarian Citarum telah diangkat menjadi bagian dari agenda Ketahanan Nasional. Turut hadir pula Dandim 0609/Cimahi, memperkuat sinergi di tingkat lapangan.
Dari pihak pemerintah daerah, Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, ikut memberikan dukungan penuh, menegaskan bahwa permasalahan Citarum adalah tanggung jawab kolektif yang melibatkan regulasi dan partisipasi masyarakat lokal.
Manajemen PLN IP UBP Saguling, diwakili oleh Bapak Prajamukti Ediatmaja (Manager Sipil dan Lingkungan) dan Bapak Hutarianto (Manager Administrasi), menekankan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata filosofi perusahaan: bahwa menjaga kelestarian sumber energi primer adalah sama pentingnya dengan memproduksi energi itu sendiri.
“Apa yang kita lakukan hari ini adalah investasi bagi generasi mendatang,” ujar salah satu perwakilan dalam sambutannya. Pesan ini menggarisbawahi bahwa setiap batang eceng gondok yang diangkat adalah upaya nyata menjaga kedaulatan energi nasional dan mewariskan lingkungan yang sehat.
PLN Indonesia Power UBP Saguling menegaskan kembali komitmennya bahwa kelestarian Sungai Citarum tidak dapat dibebankan hanya pada satu institusi. Diperlukan sebuah Sinergi Kuat dan Aksi Konkret yang melibatkan TNI AD sebagai kekuatan penggerak, pemerintah daerah sebagai regulator, lembaga mitra seperti BSF, dan para pegiat lingkungan.
Aksi pembersihan eceng gondok ini diharapkan menjadi momentum untuk terus memperkuat kolaborasi strategis antara PLN IP dan TNI AD, tidak hanya dalam pelestarian lingkungan, tetapi juga dalam aspek keberlanjutan energi dan penguatan ketahanan nasional secara menyeluruh***
DS
