Berita  

Nestapa Pekerja Migran Asal Saguling: Menanti Kepulangan Jenazah Pupung yang Terganjal “Tebusan” 15 Ribu Riyal

NNCJABAR.COM | ​BANDUNG BARAT – Isak tangis menyelimuti kediaman keluarga almarhumah Pupung (26) di Kampung Cimalang, Desa Girimukti, Kecamatan Saguling. Pekerja Migran Indonesia (PMI) ini mengembuskan napas terakhirnya di RS Abdul Aziz, Madinah, pada 18 Desember 2025, setelah berjuang melawan sakit dan luka fisik di tanah perantauan.

​Kini, keluarga tidak hanya terpukul oleh kehilangan, tetapi juga terbentur tembok birokrasi dan biaya administratif yang mencapai belasan ribu Riyal untuk memulangkan jenazah ke tanah air.

​Kisah pilu janda beranak satu ini bermula dari penurunan kondisi kesehatan yang drastis selama setahun terakhir. Puncaknya, sebuah insiden tragis terjadi saat Pupung nekat melompat dari lantai dua tempat kerjanya. Meski selamat dari maut saat itu, luka serius pasca-operasi meninggalkan sesak napas menahun yang tak kunjung sembuh.

​Upaya kepulangannya sempat buntu karena terkendala izin dari pihak perusahaan di Arab Saudi. Harapan sempat muncul pada 12 Desember 2025 ketika izin akhirnya keluar. Keluarga pun dengan sigap mengirimkan biaya tiket demi melihat Pupung kembali.

​”Dia sudah sampai di Madinah untuk proses pulang, tapi fisiknya sudah tidak kuat. Sebelum sempat terbang ke Indonesia, dia harus dilarikan ke rumah sakit dan meninggal di sana,” ungkap Ani Suryani, kerabat almarhumah dengan nada lirih.

​Kepulangan jenazah Pupung kini dibayangi masalah baru. Pihak Kedutaan menginformasikan adanya biaya administratif sebesar 15.000 Riyal (sekitar Rp60 juta lebih) yang harus diselesaikan. Bagi keluarga di Desa Girimukti, angka tersebut mustahil untuk dipenuhi.

​”Kami angkat tangan kalau soal uang sebesar itu. Kami tidak minta apa-apa, tidak menuntut apa pun, kami hanya ingin jenazah almarhumah bisa dimakamkan di kampung halaman,” tegas Ani.

​Merespons situasi ini, keluarga didampingi Pemerintah Desa Girimukti mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bandung Barat dan Provinsi pada Jumat (26/12/2025). Pertemuan yang berlangsung di Lantai 4 Gedung B ini menjadi tumpuan terakhir keluarga agar pemerintah mengambil langkah diplomatis.

​Keluarga mendesak agar:

  1. Pemerintah Pusat melalui Kemenlu melakukan intervensi terkait biaya administratif di Arab Saudi.
  2. Disnaker membantu pengurusan hak-hak almarhumah (gaji atau asuransi) yang mungkin masih tertahan.
  3. Proses birokrasi kepulangan jenazah dipermudah tanpa memberatkan keluarga yang kurang mampu.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak Disnaker berkomitmen untuk berkoordinasi dengan BP2MI dan pihak terkait di Arab Saudi guna mencari jalan keluar bagi almarhumah pahlawan devisa asal Saguling tersebut.***. Ds

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *