
NNCJABAR COM |KAB. BANDUNG – Kondisi fasilitas sanitasi di SMA Negeri 1 Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tengah menjadi sorotan tajam. Meski menyandang status sekolah negeri yang mendapatkan kucuran dana pemerintah, kondisi toilet atau WC di sekolah tersebut justru sangat memprihatinkan dan dinilai tidak layak pakai.
Berdasarkan hasil investigasi awak media di lapangan pada Jumat, 6 Februari 2026, pukul 13.20 WIB, ditemukan fakta yang mengejutkan. Selain kondisi fisik bangunan yang tidak terawat, akses air bersih di area WC murid sama sekali tidak berfungsi.
Persoalan ini memicu tanda tanya besar di kalangan masyarakat dan orang tua siswa. Pasalnya, setiap sekolah diketahui memiliki alokasi anggaran swakelola yang bersumber dari:
Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah)
DAP (Daftar Alokasi Pembiayaan)
Bantuan Pemerintah Provinsi
Secara regulasi, anggaran swakelola yang diperuntukkan bagi pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah biasanya berkisar antara 10% hingga 20% dari total anggaran yang diterima. Namun, kondisi di SMAN 1 Kertasari justru menunjukkan kontradiksi yang nyata antara ketersediaan dana dan realita fasilitas di lapangan.
Ketidaknyamanan ini dirasakan langsung oleh para siswa. Salah seorang siswa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap kondisi sekolah yang kumuh dan tidak sehat.
”Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan sekolah kita. WC-nya tidak bisa digunakan, tidak ada air, dan kotor sekali. Ini sangat memprihatinkan bagi kami yang setiap hari beraktivitas di sini,” ujarnya dengan nada kecewa.
Siswa lain juga menambahkan bahwa kondisi ini bukanlah hal baru, melainkan masalah menahun yang seolah dibiarkan. Ia juga menyentil sikap tenaga pendidik yang dianggap kurang peka terhadap lingkungan sekolah.
”Guru-guru sepertinya tidak peduli. Mereka hanya datang untuk mengajar, lalu pulang. Tidak ada yang benar-benar memperhatikan kebersihan atau fasilitas yang rusak ini,” tambahnya.
Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media pada waktu investigasi pun menemui jalan buntu. Sekitar pukul 13.20 WIB, lingkungan kantor sekolah sudah tampak sepi. Baik Kepala Sekolah maupun jajaran guru tidak berada di tempat untuk memberikan keterangan terkait terbengkalainya fasilitas sanitasi tersebut.
Absennya pihak manajemen sekolah di jam kerja, ditambah kondisi fasilitas yang kotor dan tidak ada air, dikhawatirkan dapat menjadi sumber penyebaran penyakit dan secara langsung mengganggu proses belajar mengajar. Masyarakat kini mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk segera turun tangan mengevaluasi penggunaan anggaran di SMAN 1 Kertasari agar hak siswa mendapatkan fasilitas yang layak dapat terpenuhi**
ES / Iwan .T
