Berita  

Ikon “Optimus Prime” Padalarang Sambut Kunjungan Bhayangkari Jabar, Pastikan Arus Mudik & Wisata Kondusif

NURANI NEWS CHANNEL

NNCJABAR.COM | PADALARANG – Suasana Pos Terpadu 00 Padalarang tampak berbeda pada Senin pagi (16/03/2026). Kehadiran robot raksasa “Optimus Prime” yang menjadi ikon posko tersebut menyambut kedatangan rombongan Pengurus Bhayangkari Daerah Jawa Barat yang dipimpin langsung oleh Ibu Kapolda Jabar.

​Kunjungan kerja yang berlangsung tepat pukul 10.00 WIB ini bertujuan untuk meninjau secara langsung kesiapan personel serta kelengkapan fasilitas dalam gelaran Operasi Ketupat Lodaya 2026.

​Didampingi oleh Kapolres Cimahi, AKBP Niko Nurallah Adi Putra, serta Kapolsek Padalarang, Kompol Kusmawan, Ketua Bhayangkari Jabar berkeliling mengecek setiap sudut posko. Tidak hanya sekadar memantau administrasi, rombongan juga memberikan dukungan moril berupa bingkisan kepada para personel yang bertugas.

​”Kunjungan ini adalah bentuk kepedulian kami untuk memastikan seluruh petugas di lapangan dalam kondisi prima, mengingat tugas mereka sangat krusial dalam melayani masyarakat yang sedang mudik maupun berlibur,” ungkap salah satu perwakilan rombongan

​Kapolres Cimahi, AKBP Niko Nurallah Adi Putra, menjelaskan bahwa Pos Terpadu Padalarang merupakan satu dari 13 pos yang tersebar di wilayah hukum Polres Cimahi. Pemilihan tema “Optimus Prime” bukan tanpa alasan; ikon ini diharapkan mampu menarik minat pemudik untuk singgah dan beristirahat sejenak.

​”Hari ini masuk hari keempat Operasi Ketupat Lodaya. Kami mengedepankan kolaborasi lintas sektoral bersama TNI, BPBD, Dishub, PMI, hingga Dinas Kesehatan demi memberikan pelayanan terintegrasi,” ujar AKBP Niko.

​Lokasi posko yang bersinggungan dengan stasiun Kereta Cepat (KCJB) Padalarang menjadikan titik ini sangat strategis. Meski hingga saat ini belum terlihat lonjakan arus yang ekstrem, pihak kepolisian tetap bersiaga penuh mengawal mobilitas warga yang menuju Bandung maupun Jakarta.

​Menghadapi potensi kepadatan, Polres Cimahi telah menyiapkan skenario matang:

  • Wilayah Tagog Apu: Akan diterapkan sistem one way (satu arah) sepenggal jika terjadi kemacetan panjang.
  • Kawasan Wisata Lembang: Disiagakan tim urai khusus sebanyak 20 personel dengan 10 kendaraan reaksi cepat yang akan bergerak dinamis sesuai situasi lapangan.
  • Jalur Mudik: Tidak ada perubahan jalur utama, namun rekayasa lalu lintas tetap menjadi instrumen utama dalam cara bertindak (CB).

​Menutup keterangannya, AKBP Niko memberikan imbauan tegas namun humanis kepada para pengguna jalan. Mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”, ia meminta pemudik untuk tidak memaksakan diri.

​”Keselamatan adalah prioritas, bukan kecepatan. Jika lelah, silakan manfaatkan posko kami untuk beristirahat. Kami sangat meminta agar masyarakat tidak berhenti di bahu jalan karena sangat berisiko memicu kecelakaan beruntun,” pungkasnya.** ( DS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *