
NNCJABAR.COM | BANDUNG BARAT, 3 September 2026 — Semangat menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan bijak dalam pangan menjadi fokus utama saat Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat menggelar sosialisasi Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) serta Gerakan Stop Boros Pangan di Hotel Narima, Lembang, pada Senin (3/9). Acara ini bukan sekadar kegiatan teknis pemerintah, melainkan gerakan bersama yang digelorakan dengan kuat oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bandung Barat, Syahnaz Sadiqah.
Di hadapan ratusan kader TP-PKK dari 16 kecamatan hingga 165 desa, serta para Ibu Camat dan Ibu Kepala Desa se-KBB, Syahnaz Sadiqah tampil menjadi tokoh sentral yang menggerakkan semangat seluruh peserta. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa keluarga adalah garda terdepan dalam mewujudkan ketahanan pangan sekaligus pola hidup sehat masyarakat.
“Perubahan besar dimulai dari rumah tangga. Jika di setiap keluarga kita mulai menerapkan pola makan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman, serta tidak membuang makanan sembarangan, maka ketahanan pangan dan kesehatan Bandung Barat akan semakin kuat,” ujar Syahnaz di hadapan peserta yang hadir antusias.
Kehadiran Ketua TP-PKK KBB ini menjadi daya tarik sekaligus penguat pesan kegiatan. Ia mengajak seluruh kader PKK yang hadir untuk menjadi pelopor dan teladan di lingkungan masing-masing. Menurutnya, sosialisasi B2SA dan Stop Boros Pangan bukan hanya tugas pemerintah semata, melainkan tugas bersama—terutama para ibu yang menjadi pengatur kebutuhan pangan di rumah.
Acara ini juga dihadiri oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan KBB, perwakilan Badan Pangan Nasional, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, serta unsur Forkompinda yang meliputi Kapolres Cimahi, Komandan Kodim 0609 Cimahi, dan Kepala Kejaksaan Negeri Bale Bandung. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan bahwa isu pangan dan gizi menjadi prioritas strategis pembangunan daerah.
Sementara itu, Kepala DKPP KBB, Dr. H. M. Lukmanul Hakim, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini berlandaskan UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan, PP No. 17 Tahun 2015, serta Perda No. 11 Tahun 2022. Dua kampanye utama—B2SA dan Stop Boros Pangan—diharapkan dapat mengatasi masalah gizi ganda (kurang gizi maupun obesitas) serta menekan angka pemborosan pangan yang masih tinggi di masyarakat.
Dengan Syahnaz Sadiqah dan jajaran TP-PKK sebagai ujung tombak penyebaran pesan, Pemkab Bandung Barat menargetkan agar nilai-nilai B2SA dan Stop Boros Pangan benar-benar meresap hingga ke tingkat desa, dusun, dan setiap rumah tangga. Kegiatan di Lembang ini pun menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Bandung Barat yang lebih sehat, mandiri, dan tangguh secara pangan.*** DD
