
NNCJABAR.COM | BANDUNG, –( 10/10/2026 ) Kejuaraan Seni Ketangkasan Domba Garut kembali menjadi magnet bagi para pecinta tradisi dan pelaku usaha peternakan di Jawa Barat. Momen perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi ajang bergengsi yang tidak hanya memperlihatkan kegagahan seni budaya lokal, tetapi juga mendongkrak roda perekonomian masyarakat sekitar.
Dalam kemeriahan event tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Komisi B, Tete Kuswara, S.H., turut serta menerjunkan domba-domba unggulannya dari padepokan miliknya, Bintang Farm.
Terjunkan Domba Andalan “SiCamry dan “Si Gandrum”
Pria yang bertugas di Komisi B DPRD Kabupaten Bandung—yang membidangi sektor peternakan dan perekonomian—tersebut membawa sebanyak empat ekor domba tangkas untuk bertanding di dua kelas berbeda.
“Alhamdulillah, di siang hari ini saya membawa empat ekor domba secara keseluruhan. Di Kelas C membawa dua ekor, dan nanti di Kelas A membawa dua ekor lagi. Tadi yang satu sudah tampil, alhamdulillah berjalan dengan lancar dan selamat,” ujar Tete Kuswara saat ditemui di lokasi arena ketangkasan.
Di antara domba-domba yang diterjunkan, Tete memperkenalkan dua nama domba andalannya yang sudah cukup dikenal di arena, yakni SiCamry dan Si Gandrum. Menurutnya, SiCamry memiliki rekam jejak prestasi yang cukup membanggakan di berbagai event sebelumnya.
”Si Camry ini alhamdulillah selalu memberikan penampilan terbaik dan berprestasi di setiap event. Di kejuaraan kali ini, dengan hadiah utama berupa mobil, beberapa unit sepeda motor, hingga sepeda listrik, kami optimistis dan berharap bisa membawa pulang hasil yang menggembirakan,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.
Sebagai wakil rakyat yang membidangi sektor perekonomian dan peternakan, Tete Kuswara menyambut positif pergelaran seni ketangkasan domba ini. Menurutnya, ajang seperti ini menjadi panggung penting untuk menaikkan nilai jual domba hasil ternak para petani lokal.
”Melalui event seperti ini, nilai ekonomis dari hasil ternak domba bisa meningkat drastis ketika tampil di arena dengan berbagai kriteria penilaian juri. Otomatis harga jualnya naik tinggi,” jelasnya.
Tak hanya berdampak pada peternak, kegiatan seni budaya ini juga menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguntungkan (win-win solution) bagi pedagang kecil dan UMKM di sekitar arena pertandingan.
“Ada kolaborasi nyata antara peternak, petani, pedagang, dan pelaku UMKM. Semuanya bisa mengais rezeki dan menggerakkan pundi-pundi perekonomian masyarakat di sekitar wilayah ini,” tambah politisi asal Kabupaten Bandung tersebut.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Tete berharap event ketangkasan domba tidak hanya diselenggarakan secara berkala di tingkat Jawa Barat, tetapi juga bisa merambah ke tingkat nasional secara lebih rutin.
“Kalau tingkat nasional kan selama ini ada Piala Presiden, tapi jarak waktunya cukup lama, biasanya satu tahun sekali. Kami berharap ke depannya event-event berskala nasional bisa diselenggarakan lebih sering di berbagai daerah. Dengan begitu, peternak domba dari mana saja bisa ikut merasakan dampak peningkatan ekonomi dari hobi dan usahanya,” paparnya.
Tete Kuswara juga membagikan latar belakang padepokan Bintang Farm yang ia kelola. Usaha keluarga tersebut berawal dari peternakan ayam petelur yang kemudian berkembang pesat
hingga merambah ke dunia budidaya dan pemeliharaan domba tangkas. Ia berharap semangatnya dalam memelihara tradisi ini bisa menginspirasi para peternak muda di Kabupaten Bandung.*** DS
