
NNCJABAR.COM | BANDUNG BARAT – Setelah absen dari peta kekuasaan legislatif pada Pemilu 2024, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendeklarasikan strategi “serangan balik” yang agresif untuk Pemilu 2029. Dalam kunjungan kerja Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) KBB ke Kantor DPD PSI di Desa Cipta Gumanti, Cikalong, Selasa (26/5/2026), partai berlambang Gajah ini memaparkan kesiapan infrastruktur organisasi yang dinilai lebih matang dibandingkan siklus pemilu sebelumnya.
Ketua DPD PSI KBB, Sundaya SP., MM., menegaskan bahwa ketiadaan kursi di parlemen periode lalu tidak menyurutkan semangat, melainkan menjadi bahan evaluasi fundamental. Fokus utama PSI kini bergeser dari sekadar kampanye pencitraan menuju pembangunan fondasi organisasi yang kokoh hingga ke unit terkecil masyarakat.
Sundaya mengungkapkan bahwa instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI telah dieksekusi dengan disiplin tinggi di wilayah KBB. Per Mei 2026, struktur kepengurusan di tingkat desa telah terbentuk di 125 desa, dengan target penyelesaian penuh di 165 desa se-KBB dalam waktu satu minggu ke depan. Deadline pembentukan struktur total ditargetkan rampung per 2 Juni 2026.
Namun, yang membedakan strategi kali ini adalah penetrasi hingga ke level Rukun Warga (RW) dan Tempat Pemungutan Suara (TPS).
“Filosofi kami sederhana: kemenangan ditentukan di TPS. Maka, kekuatan harus ada di sana. Setelah desa tuntas, kami langsung membentuk koordinator tingkat RW. Ini adalah langkah mikro-politik untuk memastikan setiap suara tergarap dengan presisi,” ujar Sundaya.
Pendekatan ini sejalan dengan prinsip “sa bisa-bisa omat kudu bisa” (kalau bisa, harus bisa), sebuah mentalitas juang yang diusung PSI untuk memaksimalkan potensi meski menghadapi tantangan elektoral yang ketat.
Dengan modal struktur yang hampir tuntas 100%, PSI KBB memasang target yang ambisius namun terukur untuk Pemilu 2029. Partai ini menargetkan perolehan minimal 6 kursi di DPRD Kabupaten Bandung Barat. Lebih jauh lagi, Sundaya menyatakan niat PSI untuk tidak hanya menjadi anggota dewan biasa, tetapi juga mengejar posisi strategis di unsur pimpinan dewan.
“Kami tidak datang untuk sekadar mengisi kursi. Kami datang untuk berkontribusi dalam pengawasan dan legislasi. Oleh karena itu, target kami termasuk menempatkan kader terbaik di posisi pimpinan dewan,” tegasnya.
Target ini disusun dengan mempertimbangkan berbagai skenario teknis pemilihan, termasuk wacana perubahan jumlah Daerah Pemilihan (Dapil). Baik jika KPU mempertahankan 5 Dapil atau menambah menjadi 7 Dapil, PSI mengklaim telah menyiapkan simulasi pemenangan yang adaptif
Selain kekuatan struktur, PSI juga menekankan kepatuhan terhadap regulasi kepemiluan, khususnya ketentuan keterwakilan perempuan sebesar 30%. Sundaya memastikan bahwa komposisi kepengurusan dan calon legislatif potensial telah memenuhi kuota ini, mencerminkan identitas PSI sebagai partai yang progresif dan inklusif.
Kehadiran tokoh-tokoh politik berpengaruh dari berbagai kecamatan yang bergabung dengan PSI juga disebut sebagai suntikan energi baru. Hal ini diharapkan dapat memperluas basis konstituen partai melampaui segmen milenial dan Gen-Z yang selama ini menjadi basis utama PSI.
Kunjungan KPUD KBB dalam rangka roadshow pembinaan merupakan bagian dari agenda rutin menjelang tahapan Pemilu 2029 yang diperkirakan akan dimulai sekitar 20 bulan sebelum hari pemungutan suara. Bagi PSI, interaksi ini penting untuk memastikan pemahaman yang sama terhadap aturan main terbaru, terutama terkait verifikasi partai dan pendaftaran calon.
Ketua DPD PSI KBB menyambut baik transparansi dan bimbingan dari KPU. Menurutnya, kesiapan administrasi dan integritas organisasi adalah kunci untuk lolos verifikasi faktual dan administratif di tahap awal.
“Kami siap bersaing secara sehat dan demokratis. Dengan struktur yang solid, kader yang militan, dan program yang jelas, PSI KBB optimis dapat mengembalikan kepercayaan rakyat dan hadir kembali di gedung wakil rakyat dengan kekuatan yang lebih signifikan,” pungkas Sundaya.
Dengan deklarasi strategi ini, PSI KBB mengirimkan sinyal kuat kepada kontestan lain bahwa mereka bukan lagi pendatang baru yang naif, melainkan pemain serius yang telah mempersiapkan mesin politik mereka jauh sebelum masa kampanye resmi dibuka.*** ( DS )
