
NNCJABAR.COM | PARONGPONG, BANDUNG BARAT, 15 Agustus 2026 — Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Pemerintah Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, menggelar acara Carnival Day 2026 pada Sabtu (15/8/2026). Pawai budaya dan kreativitas ini menjadi penampilan megah sekaligus wadah menampilkan kekayaan potensi serta semangat kebersamaan yang tumbuh subur di tengah masyarakat Parongpong.
Dalam sambutannya, Camat Parongpong, Drs. Agus Ganjar Hidayat, M.Si., menyampaikan bahwa gelaran Carnival Day ini bukan sekadar perayaan kemeriahan, melainkan ajang unjuk gigi kreativitas sekaligus pengenalan beragam potensi unggulan yang dimiliki oleh setiap desa di wilayah Kecamatan Parongpong.
“Kegiatan ini menjadi wadah yang luar biasa untuk menampilkan beragam kreativitas dan potensi lokal yang tumbuh dan berkembang di wilayah Kecamatan Parongpong. Semangat partisipasi warga menjadi bukti nyata rasa cinta tanah air kita di hari kemerdekaan ini,” ujar Camat Agus dalam sambutannya.
Ia turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat, Pemerintah Desa, serta berbagai elemen masyarakat yang telah memberikan dukungan penuh dan berpartisipasi aktif demi terselenggaranya acara ini dengan meriah.
Tak lupa, Camat Agus menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jalan dan masyarakat luas atas terganggunya kelancaran lalu lintas serta kenyamanan perjalanan selama rangkaian kegiatan berlangsung. “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan akibat padatnya arus lalu lintas sepanjang jalur pawai. Dukungan dan pengertian dari seluruh masyarakat sangat kami hargai,” imbuhnya.

Melihat tingginya antusiasme warga yang hadir menyaksikan pawai, Camat Agus pun berpesan agar seluruh peserta maupun penonton senantiasa menjaga keselamatan diri, saling menjaga ketertiban, serta memastikan anak-anak tetap dalam pengawasan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Gelaran Carnival Day Kecamatan Parongpong ini dipadati partisipasi merata dari 7 desa se-kecamatan, turut melibatkan ratusan siswa-siswi jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tercatat, sekitar 70 kelompok atau Rukun Warga (RW) turut tampil dalam barisan pawai budaya yang memukau sepanjang jalur kegiatan.
Semarak perayaan tak akan berhenti di tingkat kecamatan saja. Beberapa desa dijadwalkan kembali menggelar karnaval serupa di wilayah masing-masing pada hari Minggu dan Senin mendatang. Desa-desa tersebut meliputi Desa Cihanjuang, Desa Sariwangi, Desa Cigugur Girang, hingga Desa Ciwaruga, yang siap menghadirkan kemeriahan khas lingkungannya masing-masing.
Tahun ini, Carnival Day Parongpong mengangkat tema yang sarat makna mendalam, yaitu “Merawat Bumi, Selamatkan Generasi”. Tema ini mengandung pesan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup, diwujudkan melalui aksi nyata seperti penanaman pohon dan menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Diharapkan, melalui lingkungan yang asri dan terjaga, lahir dan tumbuh generasi masa depan yang sehat, kuat, dan berkualitas.
Secara filosofis, tema ini pun berakar dari karakteristik geografis Kecamatan Parongpong yang merupakan bagian dari Kawasan Bandung Utara (KBU) — kawasan strategis yang berfungsi sebagai daerah resapan air sekaligus benteng ekologis Kabupaten Bandung Barat. Oleh karenanya, kelestarian lingkungan di Parongpong wajib dijaga dengan sepenuh hati demi terjaganya ketersediaan air bersih, keseimbangan alam, serta kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Kearifan lokal yang tumbuh beriringan dengan semangat kebersamaan ini diharapkan terus mendapat dukungan dari semua pihak, sebagai wujud nyata rasa cinta tanah air dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.
Di penghujung sambutannya, Camat Agus juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setulus-tulusnya kepada jajaran Polres Cimahi beserta instansi terkait lainnya. Berkat dukungan penuh dan pengaturan pengamanan yang disiplin dari pihak kepolisian, rangkaian karnaval dapat berjalan tertib dan aman, meskipun sempat terjadi penumpukan arus lalu lintas di sepanjang jalur kegiatan. Sinergi yang terjalin antara pemerintah kecamatan, masyarakat, dan pihak kepolisian menjadi kunci utama kelancaran acara hingga selesai** ( DS )
