Berita  

Domba Garut Adu Gengsi di KBB: Kontes Ketangkasan Dorong Kualitas dan Warisan Budaya

NURANI NEWS CHANNEL

 

NNCJABAR.COM | Ngamprah, KBB – Gelaran Kontes Terbuka Seni Ketangkasan Domba Garut di Pamidangan Cikawati, Desa Pakuhaji, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Sabtu, 26 Juli 2025, tak hanya menyajikan tontonan laga domba yang memukau. Acara ini menjadi panggung strategis yang didorong oleh Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (Pemkab KBB) untuk mengintegrasikan pelestarian budaya dengan peningkatan kualitas dan nilai ekonomi peternakan lokal.

​Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 170 pasang (340 ekor) domba dari berbagai penjuru Jawa Barat ini merupakan salah satu upaya konkret Dinas Perikanan dan Peternakan KBB dalam membina peternak agar menjadi lebih profesional dan mandiri.

​Kontes di Ngamprah ini memiliki signifikansi yang lebih tinggi karena berperan sebagai putaran keempat Babak Kualifikasi Piala Presiden Seni Ketangkasan Domba Garut. Sebelumnya, kualifikasi telah berlangsung di Kabupaten Bandung, Sumedang, dan Garut. Setelah KBB, babak penyisihan akan berlanjut ke Majalengka dan Cianjur, sebelum mencapai puncaknya di babak final yang dijadwalkan September mendatang di Stadion Pakansari, Bogor.

​Sekretaris DPC Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) KBB, M. Mulyono, menjelaskan bahwa ajang ini vital untuk menjaring 50 ekor domba terbaik yang akan mewakili daerahnya di final. Domba-domba tersebut bertarung dalam tiga kelas utama: A, B, dan C.

​“Komunitas pecinta seni ketangkasan domba sangat besar, dan ini adalah warisan budaya Jawa Barat yang harus kita jaga. Kontes ini adalah sarana pelestarian sekaligus ajang promosi bibit unggul,” ujar Mulyono.

​Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, dalam sambutannya menegaskan bahwa esensi dari kontes ini bukan sekadar mengejar hadiah, melainkan sebuah instrumen pembinaan berkelanjutan dan pemberdayaan peternak.

​“Tujuan utamanya adalah pembinaan. Peternak yang memiliki daya saing tinggi akan terlihat dari kemampuannya memelihara, membibitkan, dan memberikan pakan terbaik. Saat mereka mampu ‘pintonkeun’ (menunjukkan) domba yang istimewa, apresiasi dari penghobi dan nilai ekonomi yang lebih tinggi pasti akan mengikuti,” jelas Bupati Jeje.

​Bupati Jeje juga menggarisbawahi tiga sasaran utama penyelenggaraan:

  1. Meningkatkan semangat dan profesionalisme kerja peternak.
  2. Menggali dan mengidentifikasi potensi bibit murni dan unggul lokal.
  3. Menjaring domba-domba terbaik untuk dikirim ke kontes tingkat provinsi dan nasional.

​Pemkab KBB secara khusus mengapresiasi peran HPDKI sebagai mitra strategis dalam mengembangkan sistem peternakan yang terintegrasi dengan teknologi dan manajemen modern, yang dinilai penting untuk mendukung ketahanan pangan dan ekonomi daerah.

​Kontes ini berhasil menarik perhatian peternak dari berbagai daerah, termasuk Garut, Majalengka, Subang, Sukabumi, hingga Pangandaran. Namun, kontingen tuan rumah, Kabupaten Bandung Barat, menunjukkan dominasi dengan jumlah peserta terbanyak, mengirimkan sekitar 100 pasang domba.

​Domba-domba lokal KBB ini berasal dari sentra-sentra peternakan seperti Cililin, Cihampelas, Sindangkerta, Lembang, dan Padalarang. Kehadiran yang masif ini membuktikan tingginya potensi dan antusiasme peternak KBB dalam memajukan sektor peternakan domba Garut.

​Mulyono menutup dengan pesan bahwa kegiatan ini, yang juga merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi ke-18 Kabupaten Bandung Barat, adalah perwujudan semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kearifan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.***

Dadang Suyud

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *