
NNCJABAR COM | BANDUNG BARAT – Markas Komando Rayon Militer (Makoramil) 0909 Padalarang menjadi saksi hangatnya semangat kekeluargaan dalam tradisi Papajar yang digelar menjelang bulan suci Ramadan. Acara ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi momentum strategis bagi jajaran TNI dan masyarakat untuk memperkuat benteng kerukunan dan stabilitas wilayah di Kecamatan Padalarang dan Ngamprah.
Dihadiri oleh seluruh Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari dua kecamatan tersebut, kegiatan ini menekankan pentingnya sinergi lintas sektor guna memastikan umat Muslim dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang.
Pembersihan Bati: Esensi Utama Ramadan
Dalam sambutannya yang penuh khidmat, Danramil 0909 Padalarang, Mayor Inf Aang Purtoni, menyampaikan bahwa kesiapan fisik selama Ramadan tidak akan lengkap tanpa kesiapan batin. Ia menitikberatkan pada pentingnya sikap saling memaafkan sebagai fondasi harmoni antarumat beragama.
”Ramadan adalah bulan yang istimewa. Kita harus menyambutnya dengan hati yang bersih dan tulus. Dengan saling memaafkan, ibadah puasa akan terasa lebih khusyuk, nyaman, dan tenteram,” ujar Mayor Inf Aang di hadapan para personel dan tamu undangan.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menjadikan Ramadan sebagai ajang kompetisi dalam kebaikan, mengingat pahala yang dijanjikan berlipat ganda dibanding bulan-bulan lainnya.
Di balik nuansa spiritual yang kental, Mayor Inf Aang juga memberikan perhatian khusus pada aspek stabilitas keamanan. Beliau menegaskan bahwa menjaga ketertiban wilayah bukan hanya mandat bagi TNI atau Polri, melainkan tanggung jawab moral seluruh warga.
Ada tiga poin krusial yang menjadi garis besar arahan Danramil dalam menjaga kondusivitas wilayah:
Waspada Provokasi: Masyarakat diminta cerdas memilah informasi dan tidak mudah terhasut oleh isu-isu sensitif yang berpotensi memecah belah kerukunan.
Keamanan Lingkungan: Mengaktifkan kembali kepedulian warga terhadap keamanan sekitar guna menciptakan suasana yang tenang selama pelaksanaan tarawih dan ibadah lainnya.
Sinergi Forkopimcam: Memperkuat kolaborasi antara aparat kecamatan, TNI, dan elemen masyarakat sebagai satu kesatuan yang utuh.
”Tugas pokok kami memang menjaga kondusivitas, namun rasa aman itu adalah tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak semua warga untuk merasa memiliki tanggung jawab dalam menciptakan lingkungan yang nyaman bagi siapa saja yang menjalankan ibadah,” tegasnya dengan lugas.
Menutup rangkaian acara, Mayor Inf Aang kembali menggaungkan nilai-nilai kebangsaan. Ia mengingatkan bahwa keberagaman di Indonesia adalah kekayaan yang harus dijaga, di mana setiap agama mengajarkan perdamaian dan menolak segala bentuk kekerasan.
Tradisi Papajar di Koramil 0909 ini diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara aparat teritorial dan warga. Dengan komunikasi yang cair, deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dapat dilakukan lebih cepat, demi menjaga keutuhan NKRI yang dimulai dari tingkat lokal.***
Dadang S
