
NNCJABAR.COM.| BANDUNG BARAT – Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, peran guru dituntut tidak sekadar menjadi penyampai materi kurikulum, melainkan harus mampu menjadi “mesin penggerak” inspirasi bagi generasi muda. Menjawab tantangan tersebut, DPD KNPI Kabupaten Bandung Barat menggelar Seminar Nasional Pendidikan bertajuk “GREAT How To Be A Teacher” di Gedung HBS Cimareme, Kamis (29/1).
Acara yang berlangsung dalam dua sesi (pagi dan siang) ini menjadi magnet bagi ratusan pendidik dari berbagai penjuru Bandung Barat. Dengan mengusung filosofi “Pengajar belum tentu mengajar, tapi mampu menginspirasi,” seminar ini membedah tuntas paradigma baru dunia pendidikan.
Dalam orasinya, Ketua DPD KNPI Bandung Barat menekankan bahwa investasi terbaik bagi daerah bukanlah pada beton dan aspal, melainkan pada kualitas manusia.
“Membangun jalan dan gedung itu mudah, namun membangun karakter, integritas, dan daya saing SDM adalah fondasi yang sesungguhnya. Itulah mengapa sektor pendidikan harus menjadi prioritas utama kita semua,” tegasnya di hadapan para peserta.
KNPI mendorong agar guru bertransformasi menjadi pembelajar sepanjang hayat (long-life learner) yang mampu beradaptasi dengan dinamika zaman namun tetap memegang teguh nilai luhur bangsa.
Kegiatan ini merupakan buah kolaborasi apik antara:
- DPD KNPI KBB (Motor penggerak kepemudaan).
- Kantor Kemenag KBB (Sinergi lintas sektoral).
- Lembaga Pelatihan Teacher Preneur Jawa Barat.
Panggung seminar semakin hidup dengan kehadiran Syafi’i Efendi, wirausahawan muda sekaligus pakar pengembangan diri nasional. Syafi’i membagikan strategi bagaimana seorang guru bisa memiliki mentalitas pemimpin dan kemampuan komunikasi yang mampu menyentuh hati para murid di era digital.

Momentum seminar ini juga diwarnai suasana haru saat panitia mengajak peserta mengenang bencana yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Sebuah refleksi sejarah dihadirkan; mencontoh bagaimana Jepang bangkit dari kehancuran Hiroshima dan Nagasaki melalui penguatan peran guru.
Semangat kebangkitan inilah yang ingin ditularkan kepada para pendidik di Bandung Barat. Bahwa di tengah duka atau keterbatasan, pendidikan adalah “kunci darurat” untuk memulihkan peradaban dan memperkuat ketahanan sosial.
Melalui inisiatif ini, KNPI Bandung Barat optimis bahwa sinergi antara organisasi pemuda, pemerintah, dan lembaga pendidikan akan menciptakan ekosistem belajar yang unggul. Guru tidak lagi hanya berdiri di depan kelas, tetapi berdiri sebagai agen perubahan yang membawa Bandung Barat bersaing di level nasional bahkan internasional**
D.Suyud
