
NNCJABAR.COM | Ngamprah , Kab Bandung Barat – Desa Tanimulya kembali mencuri perhatian sebagai salah satu pionir tata kelola keuangan desa terbaik di Kabupaten Bandung Barat. Pada Selasa (27/01/2026), tim Inspektorat Kecamatan Ngamprah yang dipimpin langsung oleh Camat Agnes Virganty, S.STP., S.H., M.Si., melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) komprehensif terhadap penggunaan APBDes Tahun Anggaran 2025.
Langkah ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan persiapan krusial (pra-audit) sebelum tim Inspektorat Daerah Provinsi Jawa Barat turun ke lapangan.
Ada yang berbeda dalam metode evaluasi kali ini. Jika tahun-tahun sebelumnya pemeriksaan hanya berkutat pada tumpukan dokumen di atas meja, tahun ini tim kecamatan menerapkan sistem Double Track. Selain membedah administrasi, tim juga melakukan verifikasi faktual di lapangan.
Camat Ngamprah, Agnes Virganty, menegaskan bahwa prinsip akuntabilitas harus dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan sekadar angka di atas kertas.
”Kami mengawal dari hulu ke hilir, mulai dari RKPDes hingga laporan pertanggungjawaban. Transparansi bukan pilihan, tapi kewajiban. Kita ingin pastikan setiap rupiah yang keluar memberikan manfaat nyata bagi warga Tanimulya,” tegas Agnes saat memberikan arahan di Balai Desa Tanimulya.
Salah satu poin plus yang menjadi sorotan adalah keberhasilan Desa Tanimulya dalam mengadopsi teknologi. Melalui aplikasi SIKD (Sistem Informasi Keuangan Daerah) Next Generation, desa ini berhasil menduduki peringkat kedua dari 165 desa di seluruh Kabupaten Bandung Barat dalam hal pelaporan keuangan.
Tidak berhenti di situ, Desa Tanimulya juga “menelanjangi” anggaran mereka di media sosial. Setiap alokasi Dana Desa dipublikasikan secara rutin melalui Instagram resmi desa, sebuah langkah berani yang jarang dilakukan oleh pemerintah desa pada umumnya.
Berdasarkan hasil pengecekan fisik, beberapa proyek infrastruktur strategis tahun 2025 telah rampung sepenuhnya. Proyek tersebut meliputi:
Revitalisasi Lapangan Masyarakat: Kini menjadi pusat kegiatan olahraga warga.
Peningkatan Akses Jalan: Memperlancar mobilisasi ekonomi lokal.
Fasilitas Umum: Selesai 100% sesuai spesifikasi teknis.
Kepala Desa Tanimulya, Omin Efendi, S.Sos., mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan ini adalah komunikasi tanpa sekat. “Kami melibatkan BPD, Ketua RW, hingga RT sejak perencanaan. Jika warga merasa memiliki program tersebut, maka pelaksanaannya akan minim kendala,” ujar Omin.
Ia menambahkan, keterbukaan informasi di media sosial juga berfungsi sebagai ruang diskusi bagi warga yang ingin bertanya langsung mengenai penggunaan anggaran.
Melihat performa Desa Tanimulya, Camat Agnes Virganty berharap desa ini bisa menjadi benchmark (tolok ukur) bagi desa-desa lain di Kecamatan Ngamprah. Inovasi yang dinamis ini dianggap sebagai modal penting untuk mewujudkan Kabupaten Bandung Barat yang lebih amanah dan progresif.
”Ini adalah standar baru bagi desa-desa di wilayah kami. Pertahankan integritas ini untuk tahun-tahun anggaran berikutnya,” tutup Agnes.***
D.Suyud
