
NNCJABAR.COM |NGAMPRAH- (18/10/2025) – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) serius menggarap potensi ekonomi dari budidaya ikan sidat (Anguilla spp.). Melalui program “Nganjang Ka Balong” (Ngalong), Dinas Perikanan dan Peternakan KBB menggelar pelatihan teknis intensif bagi kelompok pembudidaya di Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah.
Pelatihan yang diselenggarakan pada Selasa (18/11) di Aula Desa Tanimulya ini diikuti oleh tiga kelompok pembudidaya lokal. Langkah ini diambil untuk memastikan budidaya sidat, yang dikenal memiliki nilai jual tinggi di pasar ekspor dan domestik, dapat dikelola secara optimal dan profesional.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan KBB, Wiwin Aprianti, menjelaskan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah transfer ilmu dan peningkatan kapasitas pembudidaya.

”Ikan sidat adalah komoditas premium dengan potensi pasar yang sangat besar. Namun, budidayanya menuntut pengetahuan spesifik, mulai dari manajemen air, nutrisi pakan, hingga pencegahan penyakit,” ujar Wiwin. “Melalui Ngalong, kami bertekad memastikan pembudidaya di KBB, khususnya Tanimulya, mampu menguasai teknik budidaya yang best practice untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen mereka.”
Kepala Desa Tanimulya, Omin Efendi, S.Sos., menyambut baik inisiatif strategis ini. Ia mengungkapkan optimismenya bahwa dukungan dari Pemda KBB akan mendorong desanya menjadi sentra produksi sidat yang diperhitungkan.
”Kami berterima kasih atas atensi dan dukungan Dinas Perikanan dan Peternakan. Harapan kami, budidaya sidat ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat Tanimulya,” kata Omin.
Materi yang disampaikan dalam bimbingan teknis mencakup seluruh rantai budidaya, mulai dari seleksi glass eel (bibit sidat), teknik pembuatan kolam biofilter, formulasi pakan, hingga strategi panen yang efisien. Peserta juga aktif berdiskusi dengan pakar untuk memecahkan masalah umum yang dihadapi pembudidaya.
Dengan adanya program ini, KBB berharap budidaya ikan sidat dapat bertransformasi dari sekadar kegiatan sampingan menjadi sektor unggulan daerah yang berdaya saing global, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi lokal.***
DS/Red
