Berita  

Kemensos Salurkan Santunan Korban Longsor Cisarua, Tuduhan Terhadap Ibu Ai Neni Terbukti Tidak Benar

NNCJABAR COM | BANDUNG BARAT – Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) secara resmi menyalurkan santunan ahli waris kepada keluarga korban bencana tanah longsor yang melanda Desa Pasir Lango, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Di tengah suasana duka, penyaluran ini sekaligus menjadi momentum klarifikasi atas simpang siur informasi yang sempat viral di media sosial TikTok.
​Salah satu penerima manfaat yang menjadi sorotan adalah Ibu Ai Neni. Sebagai sosok yang berada di garda depan dalam pelaporan dan pendataan korban tertimbun longsor, Ibu Ai Neni justru sempat diterpa isu miring. Sebuah unggahan dari akun TikTok bundaagni8 menuduh dirinya menguasai dana santunan ahli waris secara sepihak.

​Menanggapi kegaduhan tersebut, pihak berwenang memastikan bahwa seluruh proses administrasi telah melalui verifikasi ketat. Berdasarkan data lapangan, Ibu Ai Neni adalah pihak yang secara proaktif mengumpulkan dan melaporkan data keluarga korban agar bantuan pemerintah pusat dapat segera turun.
​Fakta di lapangan menunjukkan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar. Santunan atas nama korban Bayu Nur Cahya telah diserahkan secara langsung kepada ahli waris yang sah, yaitu Inggrit Priyanti, adik kandung korban yang berdomisili di Jampang Tengah, Sukabumi.


​”Apa yang beredar di media sosial mengenai tuduhan terhadap Ibu Ai Neni itu sama sekali tidak benar. Proses serah terima dilakukan secara transparan langsung kepada ahli waris kandung,” ujar perwakilan tim verifikasi dalam keterangan resminya.

​Bencana longsor di Pasir Langu telah meninggalkan luka mendalam bagi warga. Selain penderitaan emosional, tantangan finansial menjadi beban nyata bagi para penyintas. Program Santunan Ahli Waris dari Kemensos RI ini hadir sebagai wujud nyata perlindungan sosial untuk meringankan kebutuhan dasar keluarga yang ditinggalkan.
​Keberhasilan penyaluran ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, di antaranya:
​Kemensos RI: Tim teknis yang melakukan perencanaan dan pengorganisasian bantuan.
​Pemerintah Daerah: Pemkab Bandung Barat, Kecamatan Cisarua, hingga Pemerintah Desa Pasir Lango yang bekerja ekstra dalam validasi data di lapangan.
​Masyarakat Sipil: Para relawan dan tokoh masyarakat yang memberikan dukungan moral bagi para korban.
​Pemerintah berharap agar masyarakat lebih bijak dalam menyerap informasi di media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum teruji kebenarannya, terutama di tengah situasi bencana yang membutuhkan solidaritas dan empati tinggi.***( DS )

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *