Berita  

Pemuda Cikalongwetan Dikukuhkan sebagai Garda Depan Digital: KNPI Galang Koalisi Lintas Sektor Hadapi Ancaman Siber

NURANI NEWS CHANNEL

NNCJABAR.COM | CIKALONGWETAN – Dewan Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPK KNPI) Cikalongwetan mengukuhkan peran strategis pemuda sebagai garda depan dalam ekosistem digital melalui gelaran Simposium Pemuda bertajuk “Akselerasi Literasi Digital Menuju Visi Indonesia Emas 2045” pada Sabtu, 15 November 2025. Acara yang dipusatkan di Cikalongwetan, berbatasan dengan Kecamatan Cipendeuy ini, bukan sekadar seminar, melainkan deklarasi komitmen kolektif untuk membentengi generasi muda dari potensi ancaman siber dan disinformasi.

​Simposium ini diselenggarakan sebagai respons kritis terhadap laju perkembangan teknologi yang pesat, yang membawa dua sisi mata uang: peluang inovasi dan risiko ancaman digital. Berbeda dengan narasi umum tentang edukasi, kegiatan ini secara tegas memosisikan literasi digital sebagai “kekuatan inti” yang wajib dimiliki pemuda, melampaui sekadar kemampuan teknis.

​Ketua DPK KNPI Cikalongwetan, Rovi, mengakui adanya tantangan internal dalam persiapan, di mana sebagian besar fungsionaris disibukkan dengan pekerjaan utama. Namun, ia menekankan bahwa kendala logistik tersebut justru menegaskan urgensi dan ketulusan gerakan ini.

​“Kendala operasional tidak boleh mengurangi esensi pertarungan kita di ruang digital. Materi yang disampaikan haruslah komprehensif, bukan seremonial. Kami memastikan pemuda menerima materi utuh dari para pakar yang kompeten, mulai dari edukasi etika hingga langkah preventif hukum,” tegas Rovi.

​Keunikan simposium ini terletak pada koalisi pemateri lintas sektor yang dihadirkan. Tiga pilar utama keahlian berkolaborasi untuk memberikan pandangan 360 derajat:

  1. Pendidikan dan Komunikasi: Memfokuskan pada etika digital, penyaringan informasi, dan pemanfaatan teknologi secara produktif.
  2. KNPI dan Organisasi Kepemudaan: Mendorong pemuda menjadi agen kontrol sosial yang membawa esensi (etika, moral, logika) ke dalam platform digital, menolak sekadar eksistensi.
  3. Aparat Penegak Hukum (Perwakilan Polres): Memberikan edukasi mendalam mengenai jerat hukum, modus operandi ancaman siber, hingga langkah-langkah preventif yang wajib dipahami pelajar dan pemuda untuk melindungi diri dari kejahatan online.

Simposium ini, menurut Rovi, merupakan gerakan reflektif yang menyambungkan semangat Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan. Pemuda diimbau tidak hanya mewarisi semangat fisik, tetapi juga keberanian moral untuk menjaga keseimbangan sosial di tengah dinamika digital.

​Muhammad Rizki Prajab, salah satu narasumber yang hadir, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini, menyebutnya sebagai katalisator akselerasi peran pemuda. Menurutnya, simposium semacam ini adalah bekal konkret bagi pelajar dan pemuda Cikalongwetan untuk menjadi subjek, bukan objek, dari perubahan digital.

​“Untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, kita butuh pemuda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga matang secara literasi dan etika. Kegiatan ini adalah stimulus penting yang harus terus berlanjut, memberikan pemahaman yang ideal dan konkret,” ujar Rizki.

​Menutup kegiatan, KNPI Cikalongwetan menyatakan harapannya agar sinergi ini menjadi model bagi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di seluruh wilayah. Rovi menegaskan bahwa pembangunan SDM di era digital adalah tanggung jawab kolektif—antara pemerintah kecamatan, organisasi kepemudaan, dan seluruh elemen masyarakat—untuk memastikan gagasan pemuda mendapat ruang apresiasi dan realisasi. Penguatan literasi digital, simpulnya, adalah fondasi tak tergoyahkan untuk menciptakan generasi yang adaptif, berdaya saing global, dan siap menjadi pemimpin masa depan***

D.Suyud

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *