Berita  

Puncak “Ngajaga Lembur”, Ratusan Pemuda Bandung Barat Disiapkan Jadi Duta Penangkis Radikalisme

NURANI NEWS CHANNEL

 


NNCJABAR COM |KAB. BANDUNG BARAT – Upaya masif Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam membentengi masyarakat dari ancaman terorisme dan radikalisme mencapai babak final. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Barat resmi menggelar seri penutup Sosialisasi Pemberantasan Radikalisme bertajuk “Ngajaga Lembur, Ngarawat NKRI” di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP), Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (10/4/2026).
​Acara ini merupakan titik keenam sekaligus lokasi terakhir dari rangkaian seminar radikalisme yang digelar secara maraton di berbagai wilayah strategis di Jawa Barat. Dengan menyasar segmentasi peserta yang inklusif—mulai dari kaum perempuan hingga aktivis Karang Taruna—kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran kolektif bahwa keamanan wilayah adalah tanggung jawab bersama.
​Kepala Bidang Kewaspadaan Daerah Bakesbangpol Jabar, H. Khoirul Naim, S.K.M., M.Epid., dalam pesan pembukanya menekankan bahwa pemilihan Bandung Barat sebagai lokasi penutup bukanlah tanpa alasan. KBB dinilai memiliki potensi besar dalam menggerakkan komunitas lokal sebagai garda terdepan pencegahan paham intoleran.
​”Kami berharap Kabupaten Bandung Barat bisa menjadi contoh sinergitas antara pemerintah, aparat, dan komunitas. Ke depan, kami ingin melihat ruang digital di KBB dipenuhi oleh konten-konten positif yang menyejukkan, bukan narasi perpecahan,” ujar Khoirul Naim.
​Ia menambahkan bahwa perlindungan terhadap kedaulatan negara harus dimulai dari unit terkecil. “Ini adalah bentuk nyata kita dalam merawat NKRI dari unit terkecil, yaitu keluarga dan komunitas,” tuturnya.

​Dukungan senada datang dari pihak legislatif. Tati Supriati Irwan, S.Sos, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat asal Dapil KBB, yang hadir dalam acara tersebut, menyatakan bahwa membekali generasi muda dengan pemahaman kebangsaan adalah investasi jangka panjang yang krusial.
​Di tengah gempuran informasi di media sosial, Tati berpesan agar para pemuda tidak menjadi korban provokasi.
​Cerdas Digital: Pemuda harus mampu menyaring informasi sebelum membagikannya.
​Imunitas Ideologi: Membangun daya tahan tubuh (imunitas) mental agar paham yang bertentangan dengan Pancasila tidak mendapat tempat.
​Duta Perdamaian: Peserta diharapkan menjadi agen yang menyebarkan semangat toleransi di lingkungan masing-masing.
​”Saya sangat berharap kegiatan ini melahirkan ‘imunitas’ sehingga paham-paham yang bertentangan dengan negara tidak akan pernah mendapat tempat di hati warga Bandung Barat,” tegas Tati.

​Selain sesi motivasi dan wawasan kebangsaan, acara ini juga menghadirkan diskusi teknis mengenai strategi kolaboratif. Kepala Bakesbangpol KBB, Weda Wardiman, S.STP, M.Si., dan Ketua FKPT Jabar, R.R. Desy Priatni S.H., M.Si., memaparkan pentingnya deteksi dini di level akar rumput.
​Beberapa poin kunci yang menjadi sorotan dalam diskusi antara lain:
​Psikologi Digital: Memahami pola penyebaran radikalisme melalui media sosial.
​Pemahaman Regulasi: Mengetahui aspek hukum dan aturan terkait tindakan yang mengancam stabilitas daerah.
​Sinergi Aparat & Warga: Memperkuat jalur komunikasi antara warga dengan pihak berwenang.

​Meski rangkaian seminar “Ngajaga Lembur” telah mencapai titik terakhir, langkah Bakesbangpol Jabar tidak berhenti di sini. Lembaga ini berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan pendampingan kewaspadaan daerah secara berkelanjutan di seluruh pelosok Jawa Barat.
​Dengan berakhirnya kegiatan ini, ratusan pemuda Bandung Barat kini memegang tongkat estafet untuk menjaga “lembur” (kampung halaman) mereka dari infiltrasi ideologi radikal, demi tetap tegaknya keutuhan NKRI.***( DS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *