
NNCJABAR.COM | BATUJAJAR, KBB – Suasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti area SPPG Pangauban, Kecamatan Batujajar, pada Sabtu (14/03/2026). Ribuan warga yang terdiri dari anak yatim, penduduk setempat, hingga para pengikut setia (netizen) TikTok berkumpul dalam agenda buka puasa bersama yang diinisiasi oleh Yayasan Azura Berkah Rejeki.
Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 2.500 porsi makanan sehat disajikan secara gratis. Acara ini bukan sekadar ajang berbagi di bulan suci Ramadan, melainkan juga menjadi etalase keberhasilan pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang menjadi fokus nasional.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan kehadiran desainer sekaligus tokoh publik, H. Ivan Gunawan, serta jebolan MasterChef Indonesia, King Abdi. Keduanya hadir untuk melihat langsung bagaimana dapur skala besar dikelola secara profesional. Turut hadir pula perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta jajaran perangkat daerah Kabupaten Bandung Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Ivan Gunawan mengaku sempat mendengar dinamika negatif terkait program MBG di media sosial. Namun, setelah meninjau langsung operasional di SPPG Pangauban, pandangannya berubah.

”Saya berharap program ini dijalankan dengan amanah untuk memenuhi gizi anak sekolah, ibu hamil, dan balita. Tantangannya adalah bagaimana dengan anggaran terbatas, makanan tetap punya rasa, bentuk, dan nilai gizi yang tinggi,” ujar Ivan Gunawan di sela-sela acara.
Owner Yayasan Azura Berkah Rejeki, Hendrik Irawan, menjelaskan bahwa pengalaman 19 tahun di bidang katering industri menjadi modal utama dalam mengelola SPPG. Saat ini, pihaknya telah mengoperasikan 7 unit SPPG dalam kurun waktu lima bulan terakhir setelah mendapatkan kepercayaan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
”Misi kami adalah membuktikan bahwa makanan bergizi tidak harus mahal. Di Batujajar ini, kami sudah berjalan tiga bulan khusus untuk mendukung program Presiden Prabowo Subianto. Fokusnya adalah efisiensi tanpa mengurangi kualitas rasa dan nutrisi,” papar Hendrik.
Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama dan makan malam kolektif yang mempererat hubungan antara pengusaha, pemerintah, dan masyarakat akar rumput. Bagi warga Batujajar, kehadiran fasilitas SPPG ini diharapkan tidak hanya menjadi penyedia makanan, tetapi juga penggerak ekonomi lokal dan penjamin kesehatan generasi mendatang di wilayah Bandung Barat.*** ( DS )
