Berita  

Unit Hatchery Koswara PT CHAROEN POKPHAND JAYA FARM di wilayah Desa Ciptaharja kec Cipatat kab Bandung barat Beroperasi 2 Tahun, Serap 90% Tenaga Kerja Lokal dan Aktif Berbagi Manfaat Lewat Beragam Program*

NURANI NEWS CHANNEL

NNCJABAR.COM | Cipatat – 14 /05 / 2026 – Kehadiran Unit Hatchery Koswara PT CHAROEN POKPHAND JAYA FARM di wilayah Desa Ciptaharja kec Cipatat kab Bandung barat telah menjadi salah satu tonggak penting dalam mendorong perekonomian masyarakat setempat.

Beroperasi selama kurang lebih dua tahun, perusahaan ini tidak hanya bergerak di bidang usaha budidaya, namun juga menanamkan komitmen kuat untuk tumbuh sejalan dengan warga sekitar, terbukti dari berbagai kontribusi nyata yang telah dijalankan.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Bapak Sofyan Hadi, jabatan PGA Selaku perwakilan dari manajemen Unit Hatchery Cipatat , saat di wawancarai awak media. Menurutnya, sejak awal pendirian, perusahaan telah memegang prinsip bahwa keberhasilan usaha harus dibarengi dengan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.

“Selama kurang lebih dua tahun beroperasi, kami memastikan bahwa keberadaan Unit Hatchery ,benar-benar dirasakan dampak positifnya oleh warga. Salah satu bukti nyatanya adalah komposisi tenaga kerja kami, sebanyak 90% karyawan yang bekerja di sini merupakan warga asli setempat. Kami ingin membuka seluas-luasnya peluang kerja bagi masyarakat agar bisa berkembang bersama kami,” jelas Bapak Sofyan Hadi.

Selain memberikan lapangan pekerjaan, aspek legalitas dan kepatuhan terhadap peraturan pun menjadi perhatian utama perusahaan. Ia menegaskan bahwa seluruh dokumen perizinan yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan usaha telah lengkap, sah, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini menjadi jaminan bahwa seluruh kegiatan operasional berjalan secara tertib, aman, dan bertanggung jawab.

Dalam menjaga keseimbangan antara kegiatan usaha dan lingkungan hidup, perusahaan menerapkan sistem pengelolaan limbah yang terstruktur dan aman. Bapak Sofyan menjelaskan, limbah yang dihasilkan dari kegiatan usaha dikelola dengan cara yang tidak merugikan warga, bahkan justru membuka peluang usaha baru.
“Limbah kotoran ayam atau kohe yang kami hasilkan, kami kelola secara bersama-sama dengan warga sekitar. Ini menjadi peluang usaha bagi mereka untuk mengolahnya menjadi pupuk yang bernilai guna. Jadi, apa yang tadinya dianggap limbah, kini bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat,” urainya.

Sementara itu, untuk jenis limbah lain yang berasal dari proses penetasan atau hatchery —seperti telur infertil maupun telur yang tidak menetas— pengelolaannya dilakukan melalui kerja sama dengan pihak vendor yang telah memiliki izin resmi dan kompeten. Langkah ini diambil guna mencegah risiko penyalahgunaan limbah tersebut serta memastikan pengolahannya dilakukan sesuai standar kesehatan dan keamanan lingkungan.
Komitmen sosial perusahaan juga diwujudkan melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) yang berjalan berkelanjutan. Berbagai program dirancang untuk menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga sarana ibadah.

Salah satu program unggulannya adalah pembinaan dan pemberian santunan rutin bagi anak-anak yatim piatu maupun anak dari keluarga kurang mampu. Hingga saat ini, terdapat sebanyak 20 anak yang secara rutin mendapatkan dukungan dana santunan setiap bulannya untuk membantu kebutuhan pendidikan dan kehidupan sehari-hari mereka.
Di bidang kesehatan, perusahaan juga aktif berperan serta mendukung program pemerintah melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Dukungan tersebut berupa penyediaan makanan tambahan bergizi yang diperuntukkan bagi balita dan ibu hamil, yang menjangkau empat wilayah Rukun Warga, yaitu RW 04, RW 10, RW 11, dan RW 14. Desa Ciptaharja kec Cipatat kab Bandung barat.

“Kesehatan ibu dan anak adalah prioritas, karena itulah generasi penerus. Kami berharap bantuan makanan tambahan ini bisa membantu meningkatkan gizi masyarakat di sekitar kami,” tambah Bapak Sofyan.

Tak hanya itu, setiap tahunnya perusahaan juga rutin menyalurkan bantuan berupa sarana dan prasarana ibadah. Bantuan ini disalurkan guna mendukung kelancaran kegiatan keagamaan dan mempererat kerukunan antarwarga di lingkungan sekitar perusahaan.

Menutup keterangannya, Bapak Sofyan Hadi menyampaikan harapan besar agar keberadaan Unit Hatchery Cipatat dapat terus berjalan lancar dan stabil ke depannya. Ia menegaskan, pihaknya akan senantiasa menjaga agar seluruh kegiatan operasional tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan maupun masyarakat.

“Harapan kami sederhana, semoga perusahaan tetap bisa beroperasi dengan baik, aman, dan tidak merugikan siapa pun. Yang paling utama, kami ingin bisa terus memperluas manfaat, memberikan kontribusi lebih besar lagi, dan menjadi mitra yang baik serta bermanfaat bagi seluruh warga di sekitar kami,” pungkasnya.

Dengan berbagai langkah nyata yang telah dilakukan, keberadaan Unit Hatchery Cipatat menjadi contoh bagaimana dunia usaha dapat tumbuh berkembang sekaligus menjadi solusi dalam mendukung kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat sekitarnya.** ( DS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *