Berita  

Kuota Anjlok Jadi Hanya 89 Orang, Pemkab Bandung Barat Fokus Layani Khusus Jemaah Lansia

NURANI NEWS CHANNEL

 

NNCJABAR.COM |Bandung Barat– Jumlah calon jemaah haji asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada musim ibadah tahun 2026 mengalami penurunan yang sangat tajam, nyaris tersisa kurang dari 10 persen dibandingkan kuota tahun sebelumnya . Jika pada periode lalu KBB memberangkatkan lebih dari 1.200 orang, tahun ini hanya 89 calon jemaah yang dinyatakan lolos dan berangkat menuju Tanah Suci, tergabung dalam Kloter 29 KJT .

Meski angkanya jauh menyusut, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menegaskan tidak mengurangi kualitas pelayanan. Justru karena mayoritas peserta tahun ini berusia lanjut, perhatian dan pendampingan ditingkatkan secara khusus demi menjaga keselamatan dan kelancaran ibadah sepanjang perjalanan.

Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan sarat suasana haru di Masjid Ash-Shiddiq, lingkungan kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Rabu, 14 Mei 2026. Acara ini secara resmi dipimpin langsung oleh Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, yang didampingi jajaran pejabat terkait serta keluarga para calon jemaah.

Dalam sambutannya, Bupati Jeje menyampaikan rasa syukur mendalam meski jumlah jemaah berkurang drastis. Ia menekankan bahwa prioritas utama bukanlah kuota besar, melainkan kesehatan dan keselamatan setiap jemaah hingga bisa menunaikan ibadah dengan sempurna.

“Alhamdulillah hari ini kami melepas Kloter 29 KJT. Memang jumlahnya jauh berkurang dibanding tahun lalu, namun kami sangat bersyukur seluruhnya dalam keadaan sehat walafiat. Ini menjadi perhatian penuh pemerintah agar setiap tahapan—mulai keberangkatan hingga pulang kembali—berjalan lancar tanpa hambatan,” ungkap Jeje di hadapan para jemaah dan hadirin.

Kondisi demografi jemaah yang didominasi lansia menjadi alasan utama penyiapan layanan ekstra. Pemerintah daerah telah menugaskan petugas pendamping khusus yang akan selalu mendampingi, membantu mobilitas, serta memantau kondisi kesehatan jemaah selama di perjalanan maupun saat berada di Mekkah dan Madinah .

“Kami lebih berfokus pada pelayanan personal karena sebagian besar adalah sepuh. Petugas khusus sudah kami siagakan, tidak ada yang terabaikan. Kita harus lebih peduli dan sigap demi kenyamanan mereka beribadah,” tegasnya.

Selain memastikan kelancaran teknis, Bupati juga menyampaikan harapan tulus kepada seluruh calon jemaah. Ia meminta agar di sela-sela ibadah di Tanah Suci, para jemaah turut mendoakan kemajuan dan keselamatan Kabupaten Bandung Barat.

“Saya berpesan, saat kalian bertawaf, sa’i, dan berdoa, sempatkanlah mendoakan Bandung Barat. Semoga daerah kita senantiasa diberkahi, dijauhkan dari bencana, konflik, dan segala musibah,” pungkasnya.

Terkait lokasi pelepasan, tahun ini menjadi babak baru. Jika sebelumnya selalu digelar di kawasan Pusdiklat, prosesi dialihkan ke Masjid Ash-Shiddiq. Bupati mengisyaratkan tempat ini berpotensi dijadikan lokasi tetap ke depannya, menyesuaikan kapasitas dan jumlah kuota jemaah yang ada .

Rombongan Kloter 29 KJT selanjutnya dijadwalkan bergerak menuju Embarkasi Indramayu sebelum diterbangkan melalui Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati untuk terbang menuju Arab Saudi.** ( DS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *