Berita  

Matangkan Persiapan Paket 4 PLTA Upper Cisokan, PLN Gelar Sosialisasi Lintas Kecamatan di Saninten

NNCJABAR.COM | BANDUNG BARAT — Langkah awal pengerjaan Paket 4 Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Upper Cisokan Pumped Storage (UCPS) resmi dimatangkan melalui agenda sosialisasi lintas sektor yang dipusatkan di Kampung Saninten, Desa Sukaresmi, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat. ( Jumat 25 / 09 /2026 )

​Pertemuan ini menjadi momentum krusial untuk menyelaraskan persepsi antara manajemen proyek, instansi pemerintah lokal, serta elemen masyarakat sebelum alat berat dan aktivitas teknis Paket 4 resmi diterjunkan ke lapangan

​Tidak hanya dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Rongga, forum diskusi ini juga mengundang perwakilan pemerintah dari wilayah tetangga, yaitu Kecamatan Gununghalu dan Cipongkor. Kehadiran jajaran lintas wilayah ini menegaskan bahwa dampak mobilitas dan aktivitas pembangunan UCPS mencakup kawasan strategis yang saling terhubung.

​Fokus utama sosialisasi menekankan pembukaan saluran komunikasi transparan. Melalui forum ini, para pemangku kepentingan membahas detail kesiapan teknis, pemetaan potensi dampak sosial-lingkungan, hingga skema mitigasi yang akan diterapkan sepanjang proses konstruksi.

​Sebagai bagian dari megaproyek energi terbarukan milik PT PLN (Persero), PLTA UCPS dirancang memiliki kapasitas total 1.040 MW (4 unit x 260 MW) yang membentang di batas Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Cianjur.

​Berdasarkan dokumen pengadaan resmi yang tersinkronisasi dengan standar Bank Dunia, Paket 4 fokus pada pekerjaan Hydraulic Metal Works (pekerjaan logam hidraulik). Komponen ini mencakup perakitan serta instalasi struktur besi dan pintu air bertekanan tinggi yang menjadi kunci pengaturan arus air antardua reservoir.
​PLTA UCPS sendiri beroperasi menggunakan sistem pumped storage (penyimpanan berpompa):

​- Saat Beban Puncak (Kebutuhan Listrik Tinggi): Air dialirkan dari reservoir atas menuju reservoir bawah untuk memutar turbin pembuat listrik.
– ​Saat Beban Rendah (Malam/Luar Puncak): Listrik surplus digunakan untuk memompa kembali air dari reservoir bawah ke reservoir atas, menjadikan sistem ini mirip “baterai raksasa” penyimpan energi.

​Mengingat kompleksitas infrastruktur dan besarnya area yang bersinggungan langsung dengan permukiman serta ekosistem lokal, sosialisasi di Kampung Saninten diharapkan menjadi pembuka atas keterbukaan informasi yang berkelanjutan.

​Pemerintah kecamatan dan desa setempat menekankan pentingnya transparansi jadwal kerja, batas area terdampak, hingga penerapan standar Occupational Health and Safety (K3) serta perlindungan lingkungan yang ketat.

Dengan koordinasi yang solid sejak tahap pra-konstruksi, risiko gesekan sosial di lapangan diharapkan dapat diminimalkan sehingga proyek strategis nasional ini dapat berjalan lancar dan tepat waktu.*** DS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *